KARAKTERISTIK ETILAMIN,KOLAMIN ,PROPILAMIN, DAN FENOTIAZIN
KARAKTERISTIK OBAT ANTIHISTAMIN
TURUNAN FENOTIAZIN
Histamin atau β-imidazoletilamin
merupakan senyawa normal yang ada dalam jaringan tubuh, disintesis dari
L-histidin oleh enzim histidin dekarboksilase .
FUNGSI DAN EFEK HISTAMIN
Histamin memegang peranan utama pada
proses peradangan dan sistem daya tahan tubuh. Efek histamin bagi tubuh yakni :
Vasodilatasi semua pembuluh sehingga
menurunkan tekanan darah;
Memperkuat sekresi kelenjar ludah, air
mata dan asam lambung;
Stimulasi ujung-ujung saraf sehingga
menyebabkan eritema dan gatal-gatal.
Efek
di atas pada umumnya merupakan fenomena alergi dan pada keadaan tertentu
kadang-kadang menyebabkan syok anafilaksis yang dapat berakibat fatal.
MEKANISME KERJA HISTAMIN
Histamin dapat menimbulkan efek bila
beinteraksi dengan reseptor histaminrgik yakni reseptor H1, H2, H3 dan H4.
Interaksi histamin dengan reseptor H1 menyebabkan kontraksi otot polos usus dan
bronki, meningkatkan permeabilitas vascular dan meningkatkan sekresi mucus.
Interaksi dengan reseptor H1 juga menyebabkan vasodilatasi arteri sehingga
menyebabkan sembab, pruritik, dermatitis dan urtikaria. Efek ini diblok oleh
antagonis H1.
Interaksi
histamin dengan reseptor H2 dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan kecepatan
kerja jantung. Peningkatan sekresi asam lambung dapat menyebabkan tukak
lambung. Efek ini diblok oleh antagonis-H2.
Reseptor H3
adalah reseptor histamin yang baru ditemukan pada tahun 1987 oleh Arrang dkk,
yang terletak pada ujung saraf jaringan otak dan jaringan perifer yang
mengontrol sintesis dan pelepasan histamin, mediator alergi lain dan
peradangan. Efek ini diblok oleh antagonis-H3.
Reseptor H4
paling banyak ditemukan pada sel basofil dan sumsum tulang. Reseptor ini juga
ditemukan di kelenjar timus, usus halus, limfa dan usus besar. Perannya hingga
saat ini belum banyak diketahui. Reseptor ini tampaknya terlibat dalam
differensiasi sel hematopetic (myeloblast dan promyelocytes) dan memodulasi
fungsi system imun.
ANTIHISTAMIN
Gambar
5.2. Rumus Umum Antihistamin
Antihistamin adalah obat yang dapat
mengurangi atau menghilangkan kerja histamin dalam tubuh melalui mekanisme
penghambatan bersaing pada sisi reseptor H1, H2 dan H3. Antihistamin bekerja
terutama dengan menghambat secara kompetitif (bersaing) interaksi histamin
dengan reseptor histaminrgik.
Berdasarkan hambatan pada reseptor khas
histaminrgik, antihistamin dibagi menjadi tiga kelompok yakni:
1. Antagonis H1 terutama digunakan untuk
pengobatan gejala-gejala akibat reaksi alergi
2.
Antagonis H2 digunakan untuk mengurangi sekresi asam lambung pada pengobatan
penderita tukak lambung
3.
Antagonis H3 belum digunakan untuk pengobatan, masih dalam proses penelitian
lebih lanjut.
Berdasarkan
struktur kimianya antagonis H1 dibagi ke dalam enam kelompok yakni
(1) turunan eter aminoalkil,
(2) turunan etilendiamin,
(3) turunan alkilamin,
(4) turunan piperazin,
(5) turunan fenotiazin, dan
(6) turunan propilamin dan lain-lain.
1.TURUNAN
ETER AMINO ALKIL
Rumus : Ar(Ar-CH2)
CH-O-CH2-CH2-N(CH3)2
Hubungan struktur dan aktifitas
a. Pemasukan gugus Cl, Br dan OCH3 pada posisi
pada cincin aromatic akan meningkatkan aktivitas dan menurunkan efek samping.
b. Pemasukan gugus CH3 pada posisi p-cincin
aromatic juga dapat meningkatkan aktivitas tetapi pemasukan pada posisi o- akan
menghilangkan efek antagonis H1 dan akan meningkatkan aktifitas antikolinergik
c. Senyawa turunan eter aminoalkil mempunyai
aktivitas antikolinergik yang cukup bermakna karena mempunyai struktur mirip
dengan eter aminoalkohol, suatu senyawa pemblok kolinergik.
Contoh senyawa turunan eter amino alkil
:
1.
Difenhidramin HCl, merupakan antihistamin kuat yang mempunyai efek sedative dan
antikolonergik
2. Dimenhidrinat, adalah garam yang
terbentuk dari difenhidramin dan 8- kloroteofilin.
3. Karbinoksamin maleat, mengandung satu atom C
asimetrik yang mengikat 2 cincin aromatik.
4. Klemasetin fumarat, merupakan antagonis H1
kuat dengan masa kerja panjang.
5.
Pipirinhidrinat digunakan terutama untuk pengobatan rhinitis, alergi
konjungtivitis dan demam karena alergi.
2.
TURUNAN ETILENDIAMIN
Rumus umum ;
Ar(Ar’)N-CH2-CH2-N(CH3)2
Merupakan antagonis H1 dengan
keefektifan yang cukup tinggi, meskipun penekan system saraf dan iritasi
lambung cukup besar.
Hubungan struktur antagonis H1 turunan
etilen diamin dijelaskan sebagai berikut :
a. Tripelnamain HCl, mempunyaiefek
antihistamin sebanding dengan difenhidramin dengan efek samping lebih rendah.
b.
Antazolin HCl, mempunyai aktivitas antihist2amin lebih rendah dibanding turuan
etilendiamin lain.
c.
Mebhidrolin nafadisilat, strukturnya mengandung rantai samping amiopropil dalam
system heterosiklik karbolin dan bersifat kaku.
3.TURUNAN
ALKILAMIN
Rumus
umum ; Ar (Ar’)CH-CH2-CH2-N(CH3)2
Merupakan
antihistamin dengan indeks terapetik cukup baik dengan efek samping dan
toksisitasnya sangat rendah.
Hubungan
struktur antagonis H1 dengan turunan alkil amin dijelaskan sebagai berikut :
a)
Feniramin maleat, merupakan turunan alkil amin yang memunyai efek antihistamin
H1 terendah./
b) CTM, merupakan antihistamin H1 yang
popular dan banyak digunakan dalam sediaan kombinasi.
c) Dimetinden maleat, aktif dalam
bentuk isomer levo.
4.TURUNAN
PIPERAZIN
Turunan ini memunyai efek
antihistamin sedang dengan awal kerja lambat dan masa kerjanya relatif panjang.
Rumus umum senyawa AH1 turunan piperazin (Gambar 1).
Hubungan struktur antagonis H1
turunan piperazin dijelaskan sebagai berikut :
a) Homoklorsiklizin, mempunyai
spectrum kerja luas, merupakan antagonis yang kuat terhadap histamin serta
dapat memblok kerja bradkinin dan SRS-a
b) Hidroksizin, dapat menekan
aktivitas tertntu subkortikal system saraf pusat.
c) Oksatomid, merupakan antialergi baru
yang efektif terhadap berbagai reaksi alerhi, mekanismenya menekan pengeluaran
mediator kimia dari sel mast, sehingga dapat menghambat efeknya.
5. TURUNAN
FENOTIAZIN
Selain mempunyai efek antihistamin, golongan
ini juga mempunyai aktivitas tranquilizer, serta dapat mengadakan potensiasi
dengan obat analgesik dan sedatif.
Turunan fenotiazin merupakan struktur
kimia karakteristik yaitu sistem trisiklik tidak planar yang bersifat lipofil
dan rantai samping alkilamini yang terikat ada atom N tersier pusat cincin yang
bersifat hidrofil
MEKANISME
Semua obat anti psikotis merupakan
obat-obat potensial dalam memblokade reseptor dompamin dan juga memblokade
reseptor kolinergik,adrenergik dan histamin.Pada obat generasi pertama
FENOTIAZIN umumya tidak terlalu selektif.
Rantai samping tersebut bervariasi dan
kebanyakan merupakan salahsatu stuktur sebagai berikut:
propildialkilamino,alkilpiperidin atau alkilpiperazin.
Turunan fenotiazin digunakan untuk
pengobatan gangguam mental dan emosi
yang cukupan sampai berat .
Contoh turunan fenotiazin yang terutama
digunakan sebagai antipsikotis
adalah promazin,kloropromazin, dan
lainnya.
Pemasukan gugus halogen atau CF3, pada
posisi 2 dan perpanjangan atom c rantai samping akan meningkatkan aktivitas
tranquilizerdan menurunkan akyifitas antihistamin.
Selain mempunyai efek antihistamin,
golongan ini juga mempunyai aktivitas tranquilizer, serta dapat mengadakan
potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif.
Tabel
5.5. Struktur molekul senyawa turunan fenotiazin
Hubungan
struktur antagonis H1 turunan fenontiazin dijelaskan sebagai berikut :
a.
Prometazin, merupakan antihistamin H1 dengan aktivitas cukupan dengan masa
kerja panjang.
b.
Metdilazin
c.
Mekuitazin. Antagonis H1 yang kuat dengan masa kerja panjang dan digunakan
untuk memperbaiki gejala alergi
d.
Oksomemazin, mekanismenya sama seperti mekuitazin
e.
Pizotifen hydrogen fumarat, sering digunakan sebagai perangsang nafsu makan
TURUNAN FENOTIAZIN
1.Prometazin HCL
·
Antihistamin
H1 dengan masa kerja cukup panjang
·
Digunakan
sebagai antiemetik dan tranquilizer serta anestesi lokal,untuk gangguan alergi
,dan mual/ mual
·
Mekanisme
kerja prometazin turunan fenotiazin,blog reseptor dopaminergik postsynaptic di
otak dan memiliki efek a-adrenergik yang kuat memblokir .ini kompetitif
mengikat reseptor H1.
2.Metdilazin HCL
·
Terutama
digunakan sebagai antipruritik
·
Absorbsi
cepat , dimana kadar puncak dicapai setelah 30 menit pemberian.
3.Mekuitazin
·
Antagonis
H1 yang kuat dan masa kerja panjang
·
Digunakan
untuk memperbaiki gejala alergi terutama alergi rinitis,pruritik,urtikaria dan
eksem.
4.Oksomemazin
·
Antagonis
H1 yang kuat dan masa kerja panjang
·
Digunakan
untuk memperbaiki gejala alergi terutama alergi rinitis,kutaneus dan antibatuk
5.Isotipentil HCL
·
Antagonis
H1 turunan azafenotiazin
·
Masa
kerja obat lebih kurang6 jam
·
Digunakan
untuk antipruritik,uktikaria dermatitis dan kandang sebagai antihistamin lokal
·
Menimbulkan
efek sedasi.
6.Pizotizen hidrogen fumarat
·
Antihistamin
H1 yang digunakan sebagai peransang nafsu makan
·
Dosis
:0,5 mg 1 dd.
6.PROPILAMIN
Memiliki daya antihistamin yang
kuat.antihistamin golongan ini adalah
siklizin,meklozin,homoklorsiklizin,sinarizin,dan flunarizin.
PERMASALAHAN
1. apa yang dimaksud dengan Enzim histidin
dekarboksilase ?
2. apa penyebab terjadinya Syok anafilaksis?
3. Jelaskan secara spesifik apa itu Antagonis
H1 ?
4. Apa efek samping dari promertazine ?
5. Bagaimana efek farmakologis yang
ditimbulkan prometazine ?
6. Bagaimana mekanisme dari obat alkilamin
seperti obat klorfeniramin ?
7. Apa kontraindikasi dari pirylamin ?
8. Dari semua obat yang telah dijelaskan
dari obat fenotiazin ,adakah obat yang aman untuk ibu hamil,jika ada coba
jelaskan ?
9. Bagaimana penggunaan yang benar
mengkomsumsi obat fenotiazin ?
10. Adakah
keunggulam obat fenotiazin dari pada obat yang lain ? jelaskan
11.bagaimana mikanisme dari obatyang lain turunan fenotiazin,kolamin,propilamin dan etilen diamin?
11.bagaimana mikanisme dari obatyang lain turunan fenotiazin,kolamin,propilamin dan etilen diamin?
menurut pendapat saya jawaban no 3 yaitu ah 1 sering disebut juga ah klasik adalah senyawa yang dalam kadar rendah dapat menghambat secara bersaing kerja histamin pada jaringan yang mengandung reseptor H1.
BalasHapusDigunakan untuk: alergi, antiemetik, antimabuk, antiparkison, antibatuk, sedatif, antipsikotik, dan anastesi setempat
BalasHapusPermasalahan no 2, dari sumber yang saya baca
Penyebab Syok Anafilaktik
Alergen adalah apa pun benda yang menjadi penyebab terjadinya syok anafilaktik. Reaksi alergi berlebih ini adalah bagaimana sistem imun tubuh merespons zat-zat yang dianggap berbahaya oleh tubuh secara alamiah. Beberapa alergen yang dapat memicu reaksi syok anafilaktik di antaranya:
Makanan, seperti hidangan laut, telur, susu, atau buah-buahan.
Sengatan serangga, seperti lebah atau tawon.
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang mede, kacang almond, dan lain-lain.
Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik,
Lain-lain, seperti karet lateks.
4 . Efek samping promertazine
BalasHapus-Berkedut atau gerakan tak terkendali pada mata Anda, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki
-Gemetar yang tidak terkendali, -meneteskan air liur, kesulitan menelan, masalah pada keseimbangan atau saat berjalan
-Merasa resah, gelisah
-Demam tinggi, kaku pada otot,
—berkeringat, detak jantung cepat atau tidak teratur, napas cepat
-Merasa akan pingsan
-Kejang-kejang
-Kulit pucat, mudah luka atau berdarah, tenggorokan sakit,
-gejala flu
-Penglihatan menurun pada malam, —mata berair, sensitif terhadap cahaya meningkat
Halusinasi
-Mual dan nyeri perut, ruam kulit, dan sakit kuning (menguning pada kulit atau mata);
-Jarang buang air kecil
Nyeri sendi atau bengkak disertai dengan demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, tingkah laku atau pikiran yang berbeda dari biasanya, warna kulit tidak merata; atau
Detak jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas lambat (bahkan napas bisa berhenti).
saya ingin ikut berdiskusi mengenai nomor 2, syok anafilaksis terjadi karena histamin yang dilepaskan sedemikian banyak sehingga menyebabkan terjadinya vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) sehingga terjadi penurunan tekanan darah yang drastis dan menyebabkan pingsan(syok).
BalasHapushai maliza, syok anafilaksis ini biasanya disertai dengan ruam kulit dan rasa terbakar kan ya?
HapusUntuk jawaban nomor 6. Menurut saya mekanisme kerja klorfeniramin yaitu dengan menghambat reseptor histamine secara reversible pada sel dan menghambat kerja histamine pada target organ.
BalasHapusIya ctm menduduki reseptor histamin agar tidak berikatan dengan histamin
Hapushai kak...
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan yang kk tanyakan, EFEK FARMAKOLOGIS YANG DITIMBULKAN PROMETAZINE (Nomor 05)
Setelah pemberian oral atau parenteral, AH1 diabsorpsi secara baik. Efeknya timbul 15-30 menit setelah pemberian oral dan maksimal setelah 1-2 jam. Lama kerja AH1 setelah pemberian dosis tunggal kira-kira 4-6 jam, untuk golongan klorsiklizin 8-12 jam. Difenhidramin yang diberikan secara oral akan mencapai kadar maksimal dalam darah setelah kira-kira 2 jam dan menetap pada kadar tersebut untuk 2 jam berikutnya, kemudian dieliminasi dengan masa paruh kira-kira 4 jam.Kadar tertinggi terdapat pada paru-paru sedangkan pada limpa, ginjal, otak, otot dan kulit kadarnya lebih rendah. Tempat utama biotransformasi AH1 ialah hati, tetapi dapat juga pada paru-paru dan ginjal. Tripelenamin mengalami hidroksilasi dan konjugasi sedangkan klorsiklizin dan siklizinterutama mengalami demetilasi. AH1 diekskresi melalui urin setelah 24 jam, terutama dalam bentukmetabolitnya.
Pada dosis terapi, semua AH1 menimbulkan efek samping walaupun jarang bersifat serius dankadang-kadang hilang bila pengobatan diteruskan. Efek samping yang paling sering ialah sedasi, yang justru menguntungkan bagi pasien yang dirawat di RS atau pasien yang perlu banyak tidur.Tetapi efek ini mengganggu bagi pasien yang memerlukan kewaspadaan tinggi sehinggameningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Pengurangan dosis atau penggunaan AH1 jenislain mungkin dapat mengurangi efek sedasi ini. Astemizol, terfenadin, loratadin tidak atau kurangmenimbulkan sedasi.Efek samping yang berhubungan dengan efek sentral AH1 ialah vertigo, tinitus, lelah, penat,inkoordinasi, penglihatan kabur, diplopia, euphoria, gelisah, insomnia dan tremor. Efek sampingyang termasuk sering juga ditemukan ialah nafsu makan berkurang, mual, muntah, keluhan padaepigastrium, konstipasi atau diare, efek samping ini akan berkurang bila AH1 diberikan sewaktumakan.Efek samping lain yang mungkin timbul oleh AH1 ialah mulut kering, disuria, palpitasi, hipotensi,sakit kepala, rasa berat dan lemah pada tangan. Insidens efek samping karena efek antikolinergiktersebut kurang pada pasien yang mendapat antihistamin nonsedatif.AH1 bisa menimbulkan alergi pada pemberian oral, tetapi lebih sering terjadi akibat penggunaanlokal berupa dermatitis alergik. Demam dan foto sensitivitas juga pernah dilaporkan terjadi. Selainitu pemberian terfenadin dengan dosis yang dianjurkan pada pasien yang mendapat ketokonazol,troleandomisin, eritromisin atau lain makrolid dapat memperpanjang interval QT dan mencetuskanterjadinya aritmia ventrikel.Hal ini juga dapat terjadi pada pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat dan pasien-pasienyang peka terhadap terjadinya perpanjangan interval QT (seperti pasien hipokalemia). Kemungkinan adanya hubungan kausal antara penggunaan antihistamin non sedative dengan terjadinya aritmiayang berat perlu dibuktikan lebih lanjut.
baiklah yupi saya akan coba menjelaskan enzim histidin dekarboksilase. jadi enzim dekarboksilase ini merupakan suatu enzim yang banyak terdapat disel-sel parietal mukosa lambung, sel mast, basofil dan disusunan saraf pusat.
BalasHapussaya akan menambahkan jawaban dari ana. enzim histidin dekarboksilase ini berperan dalam pengkonversian histidin menjadi histamin
HapusSaya akan membantu menjawab permasalahan no. 6
BalasHapusMekanisme kerja dari klorfeniramin adalah dengan mengikat reseptor histamine 1. Hal ini akan menghambat aksi histamine endogen yang kemudian menyebabkan bantuan sementara dari gejala negative yang dibawa oleh histamin
Yupi, saya juga akan membantu menjawab permasalahan no. 10
BalasHapusKeunggulan nya yaitu turunan fenotiazin selain mempunyai efek antihistamin juga mempunyai aktivitas tranquilizer dan antiemetic, serta dapat mengadakan potensiasi dengan obat analgesik dan sedatif.
untuk jawaban nomor 7. Kontraindikasi pirylamin adalah Tidak boleh digunakan oleh penyakit hati dan bayi prematur
BalasHapussaya setuju dengan pendapat lidya, tidak boleh digunakan oleh penderita penyakit hati karna obat tersebut dimetabolisme dihati, jadi hati akan bekerja lebih keras daripada biasanya
Hapushai yupi, saya akan mencoba membantu menjawab pertanyaan no.11
BalasHapussalah satu contoh turunan fenotiazin yaitu Klorpromazin
Klorpromazin merupakan obat antipsikotik fenotiazine prototipikal. Seperti obat lain dalam
tindakan antipsikotik chlorpromazine kelas ini diperkirakan karena adaptasi jangka panjang
oleh otak untuk menghalangi reseptor dopamin. Klorpromazin memiliki beberapa tindakan
dan penggunaan terapeutik lainnya, termasuk antiemetik dan dalam pengobatan cegukan
yang sulit diobati. Farmakologi: Klorpromazin adalah agen psikotropika yang ditunjukkan
untuk pengobatan skizofrenia. Ini juga memberikan aktivitas sedatif dan antiemetik.
Klorpromazin memiliki tindakan di semua tingkat sistem saraf pusat - terutama pada tingkat
subkortikal - dan juga pada banyak sistem organ. Klorpromazin memiliki aktivitas
antikolinergik perifer antiadrenergik dan lemah yang lebih kuat; Tindakan ganglionic
blocking relatif sedikit. Ini juga memiliki aktivitas antihistamin dan antiserotonin sedikit.
tetapi mungkin juga menipiskan pseudoparkinson - kontroversial) dan akhirnya pada reseptor
M1 / M2 muskarinik (kolinergik) (menyebabkan gejala antikolinergik seperti mulut kering,
penglihatan kabur, obstipasi, kesulitan / ketidakmampuan untuk buang air kecil, takikardia
sinus, perubahan EKG dan hilangnya ingatan, tetapi tindakan antikolinergik dapat
mengurangi efek samping ekstrapiramidal). Selain itu, Chlorpromazine penghambat
presinaptik yang lemah dari reuptake Dopamin, yang dapat menyebabkan efek antidepresi
dan antiparkinson ringan (ringan). Tindakan ini juga bisa menjelaskan agitasi psikomotor dan
penguatan psikosis (sangat jarang dicatat dalam penggunaan klinis).
Pertanyaan no.3
BalasHapusObat yang disebut sebagai antihistamin (senyawa etilamin) adalah obat yang mengantagonis histamin pada reseptor H1, sehingga disebut juga antagonis reseptor H1. Secara farmakologis, antihistamin dikatakan bekerja secara antagonis kompetitif yang reversibel pada reseptor H1 sehingga dapat menghambat kerja histamin pada reseptor tersebut, tetapi tidak memblok pelepasan histamin. Secara kimiawi, antihistamin terdiri atas beberapa kelompok persenyawaan kimia yang berbeda dan secara garis besar dibagi atas 2 grup, yaitu :
Generasi I : etolamin (difenhidramin, klemastin, karbinoksamin, doksilamin, dan dimenhidrinat), etilendiamin (pirilamin, tripelenamin, antazolin, dan mepiramin), alkilamin (klorfeniramin dan bromfeniramin), piperazin (hidroksizin, siklizin, dan meklizin), dan fenotiazin (prometazin, mekuitazin, dan trimeprazin).
Generasi II : alkilamin (akrivastin), piperazin (setirizin), piperidin (astemizol, levokabastin, loratadin, terfenadin, dan fleksofenadi) dan lainnya, yaitu siproheptadin.
Generasi golongan II disebut juga antihistamin nonsedasi karena obat-obat ini tidak menembus sawar-darah otak, kecuali siproheptadin. Selain itu, obat generasi golongan II tidak mempunyai aktivitas muskarinik.
DAFTAR PUSTAKA
Staf Pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2009. Kumpulan Kuliah Farmakologi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
saya ingin menambahkan, menurut saya Antihistamin H1 merupakan salah satu obat terbanyak dan terluas digunakan di seluruh dunia. Fakta ini membuat perkembangan sekecil apapun yang berkenaan dengan obat ini menjadi suatu hal yang sangat penting. Semisal perubahan dalam penggolongan antihistamin H1. Dulu, antihistamin-H1 dikenal sebagai antagonis reseptor histamin H1. Namun baru-baru ini, seiring perkembangan ilmu farmakologi molekular, antihistamin H1 lebih digolongkan sebagai inverse agonist ketimbang antagonis reseptor histamin H1.
BalasHapusmenurut saya Penyebab Syok Anafilaktik yaitu :
BalasHapusAlergen adalah apa pun benda yang menjadi penyebab terjadinya syok anafilaktik. Reaksi alergi berlebih ini adalah bagaimana sistem imun tubuh merespons zat-zat yang dianggap berbahaya oleh tubuh secara alamiah. Beberapa alergen yang dapat memicu reaksi syok anafilaktik di antaranya:
Makanan, seperti hidangan laut, telur, susu, atau buah-buahan.
Sengatan serangga, seperti lebah atau tawon.
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang mede, kacang almond, dan lain-lain.
Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik,
Lain-lain, seperti karet lateks.
Penderita penyakit asma atau orang yang memiliki kelainan kulit menahun, seperti atopik dermatitis, lebih berisiko terkena syok anafilaktik. Terdapat juga kasus anafilaktik idiopati, yaitu reaksi alergi yang tidak dapat diketahui penyebabnya.
Gejala Syok Anafilaktik
no 4 efek samping
BalasHapusPandangan kabur
Mengantuk
Mulut kering
Sakit kepala
Konstipasi
Nyeri perut
Sulit buang air kecil
saya akan menjawab pertanyaan untuk jawaban nomor 7. Kontraindikasi pirylamin adalah Tidak boleh digunakan oleh penyakit hati dan bayi prematur
BalasHapusnmr 2
BalasHapusPenyebab Syok Anafilaktik
Alergen adalah apa pun benda yang menjadi penyebab terjadinya syok anafilaktik. Reaksi alergi berlebih ini adalah bagaimana sistem imun tubuh merespons zat-zat yang dianggap berbahaya oleh tubuh secara alamiah. Beberapa alergen yang dapat memicu reaksi syok anafilaktik di antaranya:
Makanan, seperti hidangan laut, telur, susu, atau buah-buahan.
Sengatan serangga, seperti lebah atau tawon.
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang mede, kacang almond, dan lain-lain.
Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik,
Tambahan, jika Penderita penyakit asma atau orang yang memiliki kelainan kulit menahun, seperti atopik dermatitis, lebih berisiko terkena syok anafilaktik. Terdapat juga kasus anafilaktik idiopati, yaitu reaksi alergi yang tidak dapat diketahui penyebabnya.
HapusNo 7
BalasHapusKontraindikasi yang biasanya timbul pada obat pirilamin (turunan etilendiamin) yaitu
tidak boleh dikonsumsi jika kondisi pasien:
alergi untuk itu dalam kasus tetes mata
Glaukoma atau diabetes
hipersensitivitas
pertanyaan no 4
BalasHapusefek samping dari prometazine adalah sedasi, gangguan saluran cerna, efek antimuskarinik, kelemahan otot, tinnitus, reaksi alergi, kelainan darah, pengaruh kardiovaskuler atau SSP, sakit kuning, fotosensitivitas, injeksi intramuskular kemungkinan menyebabkan rasa sakit; lihat juga keterangan di atas.
No 6
BalasHapusmekanisme kerja klorfeniramin yaitu dengan menghambat reseptor histamine secara reversible pada sel dan menghambat kerja histamine pada target organ.
Mekanisme kerja dari klorfeniramin adalah dengan mengikat reseptor histamine 1. Hal ini akan menghambat aksi histamine endogen yang kemudian menyebabkan bantuan sementara dari gejala negative yang dibawa oleh histamin
BalasHapusantagonis H1 BERARTI Antagonis reseptor histamin 1 yg akan menghambat reaksi alergi
BalasHapus