KARAKTERISTIK ANALGETIK
ANALGETIK
PENGERTIAN
NYERI
NYERI
adalah pengalaman sensorik dan emosional
yang tidak menyenangkan dan berhubungan dengan adanya potensi kerusakan
jaringan atau keadaan yang menggambarkan kerusakan tersebut (Dipiro, et
al.,2009)
Menurut
Arianto (2011),rasa nyeri merupakan masalah unik , disatu pihak bersifat
melindungi badan kita dan dilain pihak merupakan suatu siksaan.
Mekanisme terjadinya nyeri
Rangsangan(mekanik, termal atau Kimia) diterima oleh reseptor
nyeri yang ada di hampir setiap jaringan tubuh, Rangsangan ini di ubah
kedalam bentuk impuls yang di hantarkan ke pusat nyeri di korteks otak. Setelah
di proses dipusat nyeri, impuls di kembalikan ke perifer dalam bentuk persepsi
nyeri (rasa nyeri yang kita alami).
PENGERTIAN ANALGETIK
Analgetik
adalah senyawa yang dapat menekan
fungsi SSP secara selektif,
digunakan untuk mengurangi rasa sakit
tanpa mempengaruhi kesadaran.. Analgetik
bekerja dengan meningkatkan nilai ambang persepsi rasa sakit
(Siswandono dan Soekardjo, 2008).
PENGGOLONGAN ANALGETIK
1.ANALGETIKA
NARKOTIK
¡ Analgetika
narkotik dapat menekan fungsi SSP secara selektif.
¡ Struktur yang memiliki peran penting dalam analgesik
(dalam morfin) :
§ Struktur bidang
datar yang mengikat cincin aromatik obat melalui ikatan van
§ Tempat anionik
yang berinteraksi dengan pusat muatan positif obat.
§ Lubang yang
sesuai untuk –CH2-CH2- dari proyeksi cincin piperidin.
Mekanisme kerja
analgesik dengan
pengikatan obat dengan sisi reseptor khas pada sel dalam otak dan spinal cord.
Contoh obat :morfin, codein, etilmorfin, heterooksida, asetil
morfin, dihidromorfin, normorfin.
A.MORFIN
STRUKTUR
MORFIN
Mekanisme
kerja Morfin
Berikatan dengan
reseptor opioid pada SSP ,menghambat jalur nyeri ,mengubah persepsi dan respon
terhadap sakit menghasilkan depresi umum SSP.
Indikasi : khusus pada
nyeri hebat ,aku dan kronis .seperti
pada fase terminal dari kanker
Efek samping
Alergi seperti mual
muntah, tekanan darah menurun syok dan lain-lain
B.PETIDIN
Mekanisme : Berikatan
dengan reseptor opioid pada SSP ,menghambat jalur nyeri ,mengubah persepsi dan
respon terhadap sakit menghasilkan depresi umum SSP.
Indikasi :Analgesik
Efek samping :Pusing
mual muntah ,keringat mulut dingin, dan lain lain
HUBUNGAN
STRUKTUR AKTIVITAS TURUNAN MORFIN
• eterifikasi dan esterifikasi gugus hidroksil
fenol akan menurunkan aktivitas analgesik
• eterifikasi, esterifikasi, oksidasi atau
penggantian gugus hidroksil alkohol dengan halogen atau hidrogen dapat
meningkatkan aktivitas analgesik
• perubahan gugus hidroksil alkohol dari posisi
6 ke posisi 8 menurunkan aktivitas analgesik.
• pengubahan konfigurasi hidroksil pada C6 dapat
meningkatkan aktivitas analgesik
• hidrogenasi ikatan rangkap c7-C8 dapat
menghasilkan efek yang sama atau lebih tinggi
• substansi pada
cincin aromatik akan mengurangi aktivitas analgesik
• pemecahan jembatan eter antara C4 dan C5
menurunkan aktivitas
• pembukaan cincin piperidin menyebabkan
penurunan aktivitas
2.
ANALGETIK NON NARKOTIK
Analgetik non narkotik digunakan untuk mengurangi rasa
sakit yang ringan sampai moderat (analgetika ringan), juga sebagai antipiretik
dan anti radang.
Mekanisme kerja
golongan
obat ini menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat
menjadi PPG2 menjadi terganggu. Setiap obat menghambat siklooksigenase dengan kekuatan dan selektifitas
yang berbeda atau analgesik
dengan menghambat secara langsung dan selektif enzim pada SSP yang
mengkatalisis prostaglandin yang mencegah sensitisasi reseptor rasa
nyeri.antipiretik dengan meningkatkan eliminasi panasantiradang dengan
menghambat biosintesis prostaglandin dan mekanisme lainnya..
Algetika
non narkotik (analgetik-antipiretik dan NSAID)
§ analgetik-antipiretik
§ turunan anilin
dan p-aminofenol (asetanilid, fanasetin)
§ turunan
5-pirazolon (antipirin, metampiron, propifenazon)
Antiradang bukan steroid
[NSAID]
▪ turunan
salisilat (asam salisilat, salisilamida, asetosal)
▪ turunan
5-pirazolidindion (fenilbutazon, sulfinpirazon)
▪ turunan
N-arilantranilat (asam mefenamat)
▪ turunan asam
arilasetat (diklofenak, ibuprofen)
▪ turunan asam
heteroarilasetat (asam tiaprofenat, fentiazak)
▪ turunan oksikam (piroksikam,
tenoksikam)
▪ turunan
lain-lain (benzidamin, asam niflumat)
Hubungan struktur aktivitas :
• senyawa anion salisilat aktif sebagai
antiradang, gugus karboksilat penting untuk aktivitas dan letak gugus hidroksil
harus berdekatan dengannya.
• turunan halogen
dapat meningkatkan aktivitas tetapi toksisitas lebih besar
• adanya gugus
amino pada posisi 4 akan menghilangkan aktivitas
• pemasukkan gugus
metil pada posisi 3 menyebabkan metabolisme (hidrolisis gugus asetil) menjadi
lebih lambat.
• adanya gugus
aril yang hidrofob pada posisi 5 dapat meningkatkan aktivitas.
(asam mefenamat, asam
flufenamat, asam meklofenamat, glafenin, floktafenin)
Hubungan struktur aktivitas :
• cincin benzen
yang terikat atom N memiliki subtituen pada posisi 2, 3, dan 6 akan
meningkatkan aktivitas
• jika gugus-gugus pada N-aril berada diluar koplanaritas asam
antranilat maka aktivitas meningkat
• penggantian atom N pada asam antranilat dengan
gugus isosterik seperti O, S, dan CH2 menurunkan aktivitas.
(iibuprofen,
ketoprofen, fenoprofen, diklofenak, flurbiprofen, laksoprofen)
Hubungan struktur aktivitas :
• pemisahan dengan
lebih dari satu atom C akan menurunkan aktivitas
• adanya gugus
a-metil pada rantai samping asetat dapat meningkatkan aktivitas antiradang
• adanya
a-subtitusi menyebabkan senyawa bersifat optis aktif dan terkadang isomer
satu (isomer S) lebih aktiv dari isomer
lainnya.
• turunan ester
dan amida memiliki aktivitas antiradang karena secara invivo dihidrolisis
menjadi bentuk asamnya.
Mekanisme kerja Asam mefenamat
PERMASALAHAN
1.Bagaimana mekanisme obat yang lain yang termaksud golongan non narkotik ?
2.Dimana bagian farmakofor dari stuktur turunan asam salisilat ?
3.apakah obat analgetik bisa digunakan untuk penyakit kanker ?
4.apa efek samping dari phetidin ?
5.bagaimana biotransformasi obat analgetik ?
6.apakah obat analgetik bisa digunakan jangka panjang ?jelaskan
7.apakah ada obat antinyeri yang lain yang tidak termasuk golongan analgetik ?
8.bagaimana patofiologi dari nyeri ?
9.bagaimana manifestasi klinis tentang nyeri?
10.apa yang menyebabkan Parasetamol bisa menyebabkan hepatotoksik,?
Mekanisme kerja Asam mefenamat
Merupakan
kelompok anti infalamasi non steroid.bekerja dengan menghambat sintesa
prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim
siklooksigenase,sehingga mempunyai efek analgesik. Cara kerja asam mefenamat
seperti OAINSyaitu menghambat sintesa prospaglandin dengan menghambat kerja
enzim cylooxygenase .
Efek samping
sangat minimal jika sesuai dengan yang
dianjurkan
Dapat terjadi
saluran cerna antara lain yaitu iritasi lambung ,mual,untah dan
diare,rasa ngantuk
pusing, sakit kepalan ,penglihatan kabur.
Mekanisme Parasetamol
Parasetamol adalah derivate P-aminofenol yang mmpunyai sifat
antipiretik/analgstik.
Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminobenzen
dan mekanismenya diduga karna
efeksentral. Sifat analgesik parasetamol dapat
menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang.
Efek samping : dosis besar dapat mengakibatkan
kerusakan fungsi hati .
Asam
asetil salisilat
Asam
asetil salisilat dengan dikenal dengan
asetosal atau aspirin adalah analgesik ,antipiretik dan antiinflamasi yang luas
digunakan dan digolongkan dalam obat bebas. Salisilat merupakan obat yang
banyak dgunakan sabagai anakgesik antiinflamasi dan antipiretik.pada pemberian
oral sebagian obat diabsorbsi secaracepat pada bentuk utuh dilambung.tapi
sebagian besar diusus halus bagian atas .
PERMASALAHAN
1.Bagaimana mekanisme obat yang lain yang termaksud golongan non narkotik ?
2.Dimana bagian farmakofor dari stuktur turunan asam salisilat ?
3.apakah obat analgetik bisa digunakan untuk penyakit kanker ?
4.apa efek samping dari phetidin ?
5.bagaimana biotransformasi obat analgetik ?
6.apakah obat analgetik bisa digunakan jangka panjang ?jelaskan
7.apakah ada obat antinyeri yang lain yang tidak termasuk golongan analgetik ?
8.bagaimana patofiologi dari nyeri ?
9.bagaimana manifestasi klinis tentang nyeri?
10.apa yang menyebabkan Parasetamol bisa menyebabkan hepatotoksik,?
REFERENSI
Dipiro
et .al.2009.Pharmacotherapy Handbook
Seventh Edition.New York :The McGraw-Hill Companies, Inc.
Siswandono
dan Soekardjoe.2008. Kimia Medisinal.Surabaya
: Airlangga university Press
4 . Efek samping dari phetidin?
BalasHapusEfek-efek samping ini memungkinkan, tetapi tidak selalu terjadi. Beberapa efek samping ini langka tetapi serius.
-Ketergantungan obat
-Sedasi
-Mengaburkan mental
-Kekurangan energi
-Muntah
-Sembelit
saya ingin menambahkan jawaban soal no 4
Hapusadapun Efeknya terhadap SSP adalah menimbulkan analgesia, sedasi, euphoria, dapresi pernafasan serta efek sentral lain. Efek analgesik petidin timbul aga lebih cepat daripada efek analgetik morfin, yaitu kira-kira 10 menit, setelah suntikan subkutan atau intramuskular, tetapi masa kerjanya lebih pendek, yaitu 2–4 jam. Absorbsi petidin melalui pemberian oral maupun secara suntikan berlangsung dengan baik. Obat ini mengalami metabolism di hati dan diekskresikan melalui urin
BalasHapus8. Saya akan menjawab permasalahan no 8 Berdasarkan patofisiologinya nyeri terbagi dalam :
1. Nyeri nosiseptif atau nyeri inflamasi, yaitu nyeri yang timbul akibat adanya stimulus mekanis terhadap nosiseptor.
2. Nyeri neuropatik, yaitu nyeri yang timbul akibat disfungsi primer pada system saraf ( neliola, et at, 2000 ).
3. Nyeri idiopatik, nyeri di mana kelainan patologik tidak dapat ditemukan.
4. Nyeri psikologik
BalasHapus10. Parasetamol bisa menyebabkan hepatotoksik?
Pada dosis terapi, salah satu metabolit Parasetamol bersifat hepatotoksik, didetoksifikasi oleh glutation membentuk asam merkapturi yang bersifat non toksik dan diekskresikan melalui urin, tetapi pada dosis berlebih produksi metabolit hepatotoksik meningkat melebihi kemampuan glutation untuk mendetoksifikasi, sehingga metabolit tersebut bereaksi dengan sel-sel hepar dan timbulah nekrosis sentro-lobuler. Oleh karena itu pada penanggulangan keracunan Parasetamol terapi ditujukan untuk menstimulasi sintesa glutation. Dengan proses yang sama Parasetamol juga bersifat nefrotoksik.
Saya ingin menambahkan, pada struktur parasetamol sendiri terdapat gugus OH dimana memang akan menyebabkan hepatotoksik bila terakumulasi banyak dalam hati
HapusJawaban no 7 ada salah satu contohnya yaitu ergotamin obat yang mencegah dan mengobati nyeri sakit kepala vaskular seperti migraine.dan obat ergotamin tidak termasuk dalam golongan analgetik tetapi bekerja secara spesifik untung menghilangkan nyeri.
BalasHapussaya ingin menambahkan untuk ergotamin ini diIndikasikan pada serangan migren akut dan migren varian yang tidak responsif terhadap analgesik.
HapusPeringatan:
risiko vasospasmus perifer; lansia; ketergantungan; tidak dapat untuk profilaksis migren. Vasospasmus: beri peringatan pada pasien untuk segera menghentikan pengobatan jika baal atau kesemutan meningkat secara ekstrem dan untuk menghubungi dokter.
BalasHapusmanisfestasi
Gejala nyeri dapat digambarkan seperti,tajam menusuk ,pusing ,panas seperti terbakar , menyengat,perih,nyeri yang merambat atau nyeri yang hilang timbul dan berbeda tempat rasa nyeri.setelah beberapa lama ransangan nyeri yang sama dapat memunculkan gejala yang sekali berbeda .gejala yang tidak spesifik seperti kecemasan ,depresi dan insomnia.
saya setuju dengan paparan maliza, dimana rasa nyeri ini mengganggu secara fisik maupun prikologis penderita sehingga untuk mengurangi nyeri/ pun meningkatkan ambang batas nyeri di gunakan obat analgetik ini sebagai peredanya
Hapushai yupi, saya akan coba bantu jawab sedikit tentang patofisiologi dari nyeri. adapun patofis dari nyeri itu terbagi atas 2 macam:
BalasHapus1. nyeri nosiseptik (akut), merupakan nyeri yang disebabkan oleh kerusakan jaringan ataupun adanya fungsi abnormal dari otot atau organ dalam. seperti nyeri somatik yang berasal dari kulit, tulang, sendi dana lain sebagainya
2. nyeri neuropatik ( kronis) Nyeri kronis terjadi akibat pemprosesan input sensorik yang abnormal oleh SSP atau perifer. contohnya nyeri akibat kanker
Untuk pertanyaan 3, obat analgetik bisa digunakan untuk penyakit kanker. Golongan analgetik yang digunakan pada penyakit ganas ini adalah analgetik opioid.
BalasHapusAnalgetika narkotik dapat menekan fungsi sistem saraf pusat secara selektif sehingga berguna untuk mengurangi rasa sakit karena: penyakit kanker; serangan jantung akut; sesudah operasi; kolik usus/ginjal.
HapusEfek samping : euforia; ketergantungan fisik dan mental, konstipasi, kontraksi pupil, nausea dan toleransi.
Penghentian pemberian obat secara tiba-tiba menyebabkan sindrom abstinence atau gejala withdrawal.
Kelebihan dosis dpt menyebabkan kematian karena terjadi depresi pernafasan.
efek samping petidin:
BalasHapusEfek pada otot polos mungkin relatif kurang intens dibandingkan dengan morfin dan sembelit jarang terjadi. Reaksi lokal sering mengikuti injeksi dari petidin, reaksi hipersensitivitas umum terjadi jarang. Petidin diberikan secara intravena dapat meningkatkan denyut jantung. Setelah overdosis, gejala umumnya mirip dengan keracunan morfin. Namun, stimulasi SSP dan kejang-kejang juga dapat terjadi, terutama pada individu toleran atau setelah dosis berlebih, ini telah dikaitkan terutama untuk metabolit norpethidine.
3. Analgetik tidak digunakan untuk mengobati penyakit kanker, namun pada pasien kanker yang mengalami nyeri hebat dapat diberikan obat2an analgetika.
BalasHapus1. mekanisme umum obat analgetik non narkoti
BalasHapusMekanisme Kerja
1. Analgesik. Analgetika non narkotik menimbulkan efek analgesik dengan cara menghambat secara langsung dan selektif enzim-enzim pada sistem saraf pusat yang mengkatalis biosintesis prostaglandin, seperti siklooksigenase, sehingga mencegah sensitisasi reseptor rasa sakit oleh mediator-mediator rasa sakit, seperti baradikinin, histamin, serotonin, prostasiklin, prostaglandin, ion-ion hidrogen dan kalium, yang dapat merangsang rasa sakit secara mekanis atau kimiawi (Siswandono dan Soekardjo, 2008).
2. Antipiretik. Analgetika non narkotik menimbulkan kerja antipiretik dengan meningkatkan eliminasi panas, pada penderita dengan suhu badan tinggi, dengan cara menimbulkan dilatasi buluh darah perifer dan mobilisasi air sehingga terjadi pengenceran darah dan pengeluaran keringat (Siswandono dan Soekardjo, 2008).
3. Antiradang. Analgetika non narkotik menimbulkan efek antiradang dengan menghambat biosintesis dan pengeluaran prostaglandin dengan cara memblok secara terpulihkan enzim siklooksigenase sehingga menurunkan gejala peradangan (Siswandono dan Soekardjo, 2008).
Nyeri terjadi dalam suatu rangkaian proses neurofisiologis kompleks yang disebut sebagai nosiseptif (nociception) yang merefleksikan empat proses komponen yang nyata yaitu transduksi, transmisi, modulasi dan persepsi, dimana terjadinya stimuli yang kuat diperifer sampai dirasakannya nyeri di susunan saraf pusat (cortex cerebri).Dimana Nyeri berdasarkan mekanismenya melibatkan persepsi dan respon terhadap nyeri tersebut.
BalasHapussaya akan mejawab no 4
BalasHapusEfek samping dari phetidin?
Efek-efek samping ini memungkinkan, tetapi tidak selalu terjadi. Beberapa efek samping ini langka tetapi serius.seperti Ketergantungan obat,Sedasi,Mengaburkan mental,Kekurangan energi,Muntah,Sembelit
Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 8 yaitu
BalasHapusPatofisiologi nyeri
Nyeri diawali dgn kerusakan jaringan (tissue damage), dimna jaringan tbh yg cedera melepaskan zat kimia inflamatori (excitatory neurotransmitters), (histamine dan bradykinin) sbg vasodilator yg kuat -> edema, kemerahan dan nyeri dan menstimulasi pelepasan prostaglandins
Transduksi (transduction) : perubahan energi stimulus menjadi energi elektrik, -> proses transmisi (transmission) yakni ketika energi listik mengenai nociceptor dihantarkan melalui serabut saraf A dan C dihantarkan dengan cepat ke substantia gelatinosa di dorsal horn dari spinal cord -> ke otak melalui spinothalamic tracts -> thalamus dan pusat-pusat yg lbh tinggi termsk reticular formation, limbic system, dan somatosensory cortex
Persepsi (perseption) : otak menginterpretasi signal, memproses informasi dr pengalaman, pengetahuan, budaya, serta mempersepsikan nyeri -> individu mulai menyadari nyeri.
Modulasi (modulation) : saat otak mempersepsikan nyeri, tubuh melepaskan neuromodulator, seperti opioids (endorphins and enkephalins), serotonin, norepinephrine & gamma aminobutyric acid -> menghalangi /menghambat transmisi nyeri & membantu menimbulkan keadaan analgesik, & berefek menghilangkan nyeri.
mencoba menjawab pertanyaan
BalasHapusBerdasarkan patofisiologinya nyeri terbagi dalam :
1. Nyeri nosiseptif atau nyeri inflamasi, yaitu nyeri yang timbul akibat adanya stimulus mekanis terhadap nosiseptor.
2. Nyeri neuropatik, yaitu nyeri yang timbul akibat disfungsi primer pada system saraf ( neliola, et at, 2000 ).
3. Nyeri idiopatik, nyeri di mana kelainan patologik tidak dapat ditemukan.
4. Nyeri psikologik
3. Bisa, tetapi hanya sekedar menghilangkan nyeri pada kanker tetapi tidak membunuh sel sel kankerr
BalasHapus